Martin Odegaard © Getty
Agen Judi Poker Domino - Gelandang Real Madrid, Martin Odegaard, membuat sejarah di Euro ketika ia melakukan debut bersama Timnas Norwegia, di laga melawan Krosia belum lama ini.
Odegaard menjadi pemain termuda yang turun sebagai starter di laga kualifikasi Piala Eropa pekan lalu, kala ia masuk dalam skuat yang diturunkan oleh Per-Mathias Hogmo di duel kualifikasi Euro 2016 yang dimainkan di Zagreb. Lihat juga Dzeko dan Pelle Pikat Manajemen Barcelona
Berusia 16 tahun, tiga bulan, dan 11 hari, Odegaard merupakan pemain termuda yang pernah tampil sebagai starter dan juga partisipan termuda di kualifikasi Eropa - rekor yang ia catat kala membela timnas negaranya di duel melawan Bulgaria di bulan Oktober, saat ia masih berusia 15 tahun dan 300 hari.
Odegaard bergabung dengan Madrid di bulan Januari silam dari klub Stromsgodset.
Hector Bellerin mengaku bahwa ia sudah membuat keputusan yang benar dengan pergi dari Barcelona dan melanjutkan karirnya di Inggris.
Pemain yang berusia amat muda itu kini perlahan menjadi salah satu sosok yang bisa diandalkan oleh Arsene Wenger di Arsenal. Kemampuannya bahkan sampai diakui oleh mantan klubnya, yang dikabarkan ingin mendatangkan sang pemain di bursa transfer musim panas mendatang.
"Saya mengambil kesempatan dan mampu memanfaatkannya dengan baik. Di manapun anda berada, anda harus tetap bekerja keras. Jika saya terus di Barcelona, saya tidak akan tahu bagaimana caranya menembus jajaran elit," tutur Bellerin Agen SBOBET IBCBET.
"Anda tidak akan pernah tahu. Saya bekerja keras semaksimal mungkin dan selalu punya mental untuk mencapai yang terbaik. Apakah saya nantinya akan mencapai hal tersebut atau tidak, saya akan tetap melakukannya," pungkasnya.
Javier Hernandez mengaku ia mengalami situasi yang amat sulit di Real Madrid musim ini. Pasalnya, pemain asal Meksiko itu tak kunjung mendapat kesempatan bermain secara reguler di tim.
Dipinjam dari Manchester United di musim panas lalu, Chicharito hanya menjadi penghangat bangku cadangan di Los Blancos musim ini dan ia mengakui hal itu membuatnya frustrasi.
"Situasi yang saya alami benar-benar membuat frustrasi. Saya mengikuti, memberikan segalanya di sesi latihan, namun saya tidak cukup sering mendapatkan kesempatan untuk bermain. Saya menjadi bagian dari tim, namun saya bukan sosok yang penting, di pertandingan yang sebenarnya," tutur Chicharito pada Bola Tangkas.
"Kadang, keyakinan saya amat rendah, meski saya mencoba untuk terus positif, dengan bantuan dari orang-orang yang ada di ssii saya, yang selalu mencoba untuk memberi dukungan pada saya," pungkasnya.